Archive for December, 2005

Pada Suatu Hari Cinta (2)

Thursday, December 8th, 2005

(Suatu hari di tahun 1985)

Kita tertawa seperti dua rubah kecil yang tersesat di kota, tak bisa berguling-guling di atas rumput yang mengelitik, tak bisa berkejaran di antara semak berbunga.
Tersesat dalam dunia yang bukan hitam putih, tidak juga berwarna warni.
Tersesat, ya tersesat yang amat sangat menyenangkan, tidak usah berpikir mengenai ke mana arah pulang, kita bisa terus bermain dan bermain di dalam lemari baju yang setengah gelap.
(by the way, kamu gak di marahin mamamu kan pulang terlambat?)

Duduk berdua bercumbu kecil di sini, dengan kamu, tanpa perduli semua teman kita memperhatikan sambil mencibir dan meledek kita (biar mereka cemburu, karena kita ciuman terus), Pernah terpikir bahwa pada saat bibir berpaut semua seperti jungkir balik? Semua berjalan dengan lambat, kecuali detak jantung. Boom boom boom, hmmmm suaranya menyenangkan.

Kita tertawa lagi, mungkin lebih perlahan, detak jantung makin kencang ( apa lagi ya sesudah ciuman, ciman lagi? Dan terus?)

(kalau bisa ku putar waktu kembali, kemana waktu yang kutuju?)

Catatan Cinta Untuk Elise

Thursday, December 8th, 2005

Mega mendung di atas Ubud. Sesekali seekor burung bangau putih terbang rendah di atas pepadian. Awan hitam menjadi latar indah untuk sebuah titik putih yang melayang-layang sendiri. Angin menghembus bermalas-malasan, sepertinya enggan berkejaran. Matahari pun terkesan malu mengintip di balik awan.
Semua indah
Seperti saat kita bercinta,
Langit biru kelambunya, pasir halus hitam alasnya, deburan ombak senada dengan gelora hasrat yang tak henti hentinya menyapa pantai. Bibirmu mencari dan mencari semua yang bisa menghilangkan rasa hausmu, kau reguk dengan sepenuh hati
Elise, Elise oh Elise,
Betapa ku mendendam rindu ini, betapa tubuh ini merindukan sentuhanmu, ciumanmu, betapa jiwa membutuhkan cintamu. Betapa segala yang kulihat mengingatkan ku padamu Elise.