Pada Suatu Hari Cinta (2)
Thursday, December 8th, 2005(Suatu hari di tahun 1985)
Kita tertawa seperti dua rubah kecil yang tersesat di kota, tak bisa berguling-guling di atas rumput yang mengelitik, tak bisa berkejaran di antara semak berbunga.
Tersesat dalam dunia yang bukan hitam putih, tidak juga berwarna warni.
Tersesat, ya tersesat yang amat sangat menyenangkan, tidak usah berpikir mengenai ke mana arah pulang, kita bisa terus bermain dan bermain di dalam lemari baju yang setengah gelap.
(by the way, kamu gak di marahin mamamu kan pulang terlambat?)
Duduk berdua bercumbu kecil di sini, dengan kamu, tanpa perduli semua teman kita memperhatikan sambil mencibir dan meledek kita (biar mereka cemburu, karena kita ciuman terus), Pernah terpikir bahwa pada saat bibir berpaut semua seperti jungkir balik? Semua berjalan dengan lambat, kecuali detak jantung. Boom boom boom, hmmmm suaranya menyenangkan.
Kita tertawa lagi, mungkin lebih perlahan, detak jantung makin kencang ( apa lagi ya sesudah ciuman, ciman lagi? Dan terus?)
(kalau bisa ku putar waktu kembali, kemana waktu yang kutuju?)