Archive for June, 2006

I love you Pa….

Friday, June 16th, 2006

Hati Seorang Ayah

Suatu ketika, ada seorang anak wanita yang bertanya kepada Ayahnya,
tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap wajahnya yang
mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-bungkuk, disertai
suara batuk-batuknya.

Anak wanita itu bertanya pada ayahnya : “Ayah, mengapa wajah Ayah kian
berkerut-merut dengan badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?”
Demikian pertanyaannya, ketika Ayahnya sedang santai di beranda.
Ayahnya menjawab :
“Sebab aku Laki-laki.” Itulah jawaban Ayahnya. Anak wanita itu bergumam :
“Aku tidak mengerti.” Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya
membuatnya tercenung rasa penasaran.

Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak wanita itu, terus
menepuk-nepuk bahunya, kemudian Ayahnya mengatakan : “Anakku, kamu
memang belum mengerti tentang Laki-laki.” Demikian bisik Ayahnya, yang
membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri Ibunya lalu
bertanya kepada Ibunya : “Ibu, mengapa wajah Ayah jadi berkerut-merut
dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi
demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?”

Ibunya menjawab : “Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar-benar
bertanggung-jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian.” Hanya
itu jawaban sang Ibu. Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa,
tetapi dia tetap saja penasaran, mengapa wajah Ayahnya yang tadinya
tampan menjadi berkerut-merut dan badannya menjadi terbungkuk-bungkuk?

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam impian itu
seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas sekali.

Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu rangkaian
kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.

“Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin keluarga
serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia senantiasa
akan berusaha untuk menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa
aman, teduh dan terlindungi.”

“Ku-ciptakan bahunya yang kekar dan berotot untuk membanting-tulang
menghidupi seluruh keluarganya dan kegagahannya harus cukup kuat pula
untuk melindungi seluruh keluarganya.”
“Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari sesuap nasi
yang berasal dari tetes keringatnya sendiri yang halal dan bersih, agar
keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali dia mendapat cercaan
dari anak-anaknya.”
“Ku-berikan keperkasaan dan mental baja yang akan membuat dirinya
pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya tersengat
panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya berbasah
kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan dihembus angin, dia relakan
tenaga perkasanya
terkuras demi keluarganya, dan yang selalu dia ingat, adalah disaat
semua orang menanti kedatangannya dengan mengharapkan hasil dari
jerih-payahnya.”

“Kuberikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan membuat
dirinya selalu berusaha merawat dan membimbing keluarganya tanpa adanya
keluh
kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya keletihan dan kesakitan
kerapkali menyerangnya.”

“Ku-berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang demi
mencintai dan mengasihi keluarganya, didalam kondisi dan situasi apapun
juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai perasaannya, melukai
hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah memberikan perlindungan
rasa
aman pada saat dimana anak-anaknya tertidur lelap. Serta sentuhan
perasaannya itulah yang memberikan kenyamanan bila saat dia sedang
menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar selalu saling menyayangi dan
saling mengasihi sesama saudara.”

“Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan
pengertian dan kesadaran terhadap anak-anaknya tentang saat kini dan
saat mendatang, walaupun seringkali ditentang bahkan dilecehkan oleh
anak-anaknya.”

“Ku-berikan kebijaksanaan dan kemampuan padanya untuk memberikan
pengetahuan dan menyadarkan, bahwa Isteri yang baik adalah Isteri yang
setia terhadap Suaminya, Isteri yang baik adalah Isteri yang senantiasa
menemani, dan bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun
duka, walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap
kesetiaan yang diberikan kepada Isteri, agar tetap berdiri, bertahan,
sejajar dan saling melengkapi serta saling menyayangi.”

“Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti, bahwa Laki-laki itu
senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari dan menemukan
cara agar keluarganya bisa hidup didalam keluarga bahagia dan badannya
yang terbungkuk agar dapat membuktikan, bahwa sebagai Laki-laki yang
bertanggung jawab terhadap seluruh keluarganya, senantiasa berusaha
mencurahkan sekuat tenaga serta segenap perasaannya, kekuatannya,
keuletannya demi kelangsungan hidup keluarganya.”

“Ku-berikan kepada Laki-laki tanggung-jawab penuh sebagai pemimpin
keluarga, sebagai tiang penyangga, agar dapat dipergunakan dengan
sebaik-baiknya. Dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh
Laki-laki”

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut dan berdoa
hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri kamar Ayahnya yang
sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu merengkuh dan
mencium telapak tangan Ayahnya. “Aku mendengar dan merasakan bebanmu,
Ayah.”

*gak tau nih tulisan siapa, dr milis soalnya….

My First Angel is Born

Sunday, June 11th, 2006

17 tahun yang lalu, jam segini aku di induksi…. Bayiku terlambat dua minggu, gak mau keluar dia, terlalu nyaman di perut ibu, buat apa keluar di dunia yang penuh dengan ketidak-pastian, mungkin begitu pikirnya…

Bukan tanpa perjuangan mengeluarkan bayi seberat 3,14kg, tidak terlalu besar tapi juga tidak kecil, panjang 49cm, tidak panjang juga tapi juga tidak petite.

Seingatku 4 orang suster terpaksa mengikat kaki dan tanganku di meja bersalin….bawaannya mau berdiri… Ampun sakitnya…kata orang melahirkan normal itu sudah sakit, apalagi di induksi, berarti proses kelahiran dipercepat dan rasa sakit bisa berlipat ganda…

Ayah calon bayiku cuma bisa berbisik dan berkata sabar… Hahahaha kasian… Kalau saja dia tau bagaimana rasa sakit yang aku rasa pada saat itu, pasti dia akan mengerti kenapa punggungnya terpaksa kujadikan sandaran kuku yang mantab.

2 jam 44 menit berteman dengan sakit yang luar biasa…Tak pernah terbayangkan melahirkan seorang bayi ke dunia bisa begini sakitnya….Tapi ketika bayi itu keluar dan ditaruh di atas dadaku… Hilang semua sakit, hilang semua marah, hilang semua…

Yang ada cuma aku dan malaikat kecilku… Begitu mungil, begitu rapuh, begitu indahnya bayi ini….

My dear Dimitri…I love you so much my first born angel… I am so proud of what you have become…A young man, my little man….My first born angel….

Aku Mau Pulang

Saturday, June 10th, 2006

Aku mau pulang, ijinkan aku pulang
Air mata sudah mulai menetesi perjalan kita bedua
Bukan kau tidak baik padaku
Tapi hati ini tak lagi merasakan lembutnya kasih…

Aku mau pulang, biarkan aku pulang
Rasa sayang dan kasihku tak akan pernah berubah
Kau masih yang terbaik dari semua
Hanya mungkin cinta itu tidak pernah bersemi di sini

Aku mau pulang…..

You Make Me

Saturday, June 10th, 2006

you make me smile in the gloom of the night
you make me gigle like a teenage girl
you make me fall head over heels with your words
you make me understand the pains
you make me understand the sorrows
you make me wait
I hope not in vain

Aneh

Saturday, June 10th, 2006

kala jangrik mulai enggan bercengkrama
kala bintang dan bulan sudah mulai mengantuk
kala mata sudah mulai sepat
jemari mulai menari di atas keyboard
menyampaikan salam rindu
menyampaikan rasa yang hanya terungkap lewat deretan huruf yang terangkai

aneh…
setiap malam pasti kunanti…

debar hati

Saturday, June 10th, 2006

“Do you see the moon?
I think it’s lovely…”

Dan dia berbisik pada bintang,
“Di bawah sana ada cinta tersenyum,
semoga airmata tak mengikutinya.”

I know that the moon and the stars are dancing together…
and I think…
it is lovely indeed….