berserilah penuh cinta

July 25th, 2006 by sarikoeswoyo

Telaga airmataku perlahan mengering
menguap dalam embun-embun doa
yang menanti untuk terkabulkan
agar senantiasa hidupku dipenuhi
oleh bunga dan cinta…

dan kau anak-anakku berbungalah
dan berseri penuh cinta

dan kau juga kasihku, temanku, sahabatku
berbungalah dan berseri penuh cinta

Thank YOU

Catatan kecil dari Baduy

July 15th, 2006 by sarikoeswoyo




Perjalanan menanjak dan
menurun di Baduy ternyata membuat aku sedikit berpikir mengenai
kehidupan.

Pada
saat kita menanjak dan menengadah ke atas, melihat betapa jauh dan
berat perjalanan yang harus ditempuh, ternyata mental langsung drop…
dan berpikir… sangupkah aku sampai ke atas?

Tapi
kalau kita melihat ke bawah, melihat langkah kaki kita, dan sesekali
melihat alam sekitar dan mengagumi keindahannya… tanjakan paling
tinggi pun tak terasa…

Mungkin, mungkin, begitulah kita melihat kehidupan kita. Kalau kita melihat di mana akhir tujuan kita, mungkin akan terasa panjang dan capek.

Tapi
kalau kita melihat langkah kita, satu demi satu dan berhenti sejenak
menikmati, menengadah sedikit melihat tujuan, mungkin, mungkin tidak
terasa begitu berat…



Semua Meninggalkan Jejak

July 15th, 2006 by sarikoeswoyo

Seorang ayah memberi anaknya yang bertabiat buruk
sekantung penuh paku. Ia menyuruh anaknya memaku satu batang paku di
pagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya, berselisih
paham dengan orang lain atau melakukan hal-hal buruk lainnya.

Hari
pertama dia memaku 37 batang di pagar. Pada minggu-minggu berikutnya
dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya
berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang
menahan diri daripada memaku di pagar. Akhirnya tiba hari ketika dia
tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira
disampaikannya hal itu kepada ayahnya.

Ayahnya kemudian
menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia
berhasil menahan diri/bersabar. Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba
harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah
tercabut dari pagar. Kemudian, sang ayah membawanya ke pagar dan
berkata: "Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa
banyak lubang yang ada di pagar." Pagar ini tidak akan kembali seperti
semula. Kalau kamu berbuat jahat pada orang lain, hal itu selalu
meninggalkan luka seperti itu.

Kau bisa menusukkan pisau di
punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka.
Tak peduli berapa kali kau meminta maaf atau menyesal, lukanya tetap
tertinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik.
Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka. Mereka membuatmu tertawa dan
memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu yang kau
perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu. Selalu memikirkan orang
lain sebelum diri sendiri*, jangan mendendam ataupun menyimpan luka
didalam hatimu atas perlakuan orang lain terhadapmu.

Kearifan Emas

July 15th, 2006 by sarikoeswoyo

Seorang pemuda mendatangi Zen-sei dan bertanya, "Guru, saya tak mengerti mengapa orang seperti Anda mesti berpakaian apa adanya, amat sangat sederhana. Bukankah di masa seperti ini berpakaian sebaik-baiknya amat perlu, bukan hanya untuk penampilan melainkan juga untuk banyak tujuan lain."

Sang Guru hanya tersenyum. Ia lalu melepaskan cincin dari salah satu jarinya, lalu berkata, "Sobat muda, akan kujawab pertanyaanmu, tetapi lebih dahulu lakukan satu hal untukku. Ambillah cincin ini dan bawalah ke pasar di seberang sana. Bisakah kamu menjualnya seharga satu keping emas?" Melihat cincin Zen-sei yang kotor, pemuda tadi merasa ragu, "Satu keping emas? Saya tidak yakin cincin ini bisa dijual seharga itu." "Cobalah dulu, sobat muda. Siapa tahu kamu berhasil."

Pemuda itu pun bergegas ke pasar. Ia menawarkan cincin itu kepada pedagang kain, pedagang sayur, penjual daging dan ikan, serta kepada yang lainnya. Ternyata, tak seorang pun berani membeli seharga satu keping emas. Mereka menawarnya hanya satu keping perak. Tentu saja, pemuda itu tak berani menjualnya dengan harga satu keping perak. Ia kembali ke padepokan Zen-sei dan melapor, "Guru, tak seorang pun berani menawar lebih dari satu keping perak."

Zen-sei, sambil tetap tersenyum arif, berkata,"Sekarang pergilah kamu ke toko emas di belakang jalan ini. Coba perlihatkan kepada pemilik toko atau tukang emas di sana. Jangan buka harga, dengarkan saja bagaimana ia memberikan penilaian."

Pemuda itu pun pergi ke toko emas yang dimaksud.Ia kembali kepada Zen-sei dengan raut wajah yang lain.Ia kemudian melapor, "Guru, ternyata para pedagang di pasar tidak tahu nilai sesungguhnya dari cincin ini. Pedagang emas menawarnya dengan harga seribu keping emas. Rupanya nilai cincin ini seribu kali lebih tinggi daripada yang ditawar oleh para pedagang di pasar."

Zen-sei tersenyum simpul sambil berujar lirih,"Itulah jawaban atas pertanyaanmu tadi sobat muda. Seseorang tak bisa dinilai dari pakaiannya.

Hanya "para pedagang sayur, ikan dan daging di pasar" yang menilai demikian. Namun tidak bagi "pedagang emas".

"Emas dan permata yang ada dalam diri seseorang, hanya bisa dilihat dan dinilai jika kita mampu melihat ke kedalaman jiwa. Diperlukan kearifan untuk menjenguknya. Dan itu butuh proses. Kita tak bisa menilainya hanya dengan tutur kata dan sikap yang kita dengar dan lihat sekilas. Seringkali yang disangka emas ternyata loyang dan yang kita lihat sebagai loyang ternyata emas."

Mending kasih susu kotak & biskuit ya?

July 15th, 2006 by sarikoeswoyo

Kita membuang Rp 1,5 milyar receh setiap hari?

Sadarkah
Anda, bahwa kita, penduduk Jakarta, setiap harinya membuang uang receh
hingga mencapai 10 digit setiap harinya, ke jalanan.

Mari kita berhitung
Jumlah
anak jalanan di Jabodetabek saat ini berdasarkan data terakhir dari
Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) mencapai angka 75.000.
Pendapatan
mereka seharinya bisa mencapai Rp 20.000 Rp 30.000. Bila kita ambil Rp
20.000 dikalikan 75.000 anak, berarti kita membuang uang receh (cepek,
gopek, seceng) sebesar 1.500.000.000 alias 1,5 milyar per hari!

Kita membuat mereka betah di jalan
Perhitungan
matematis di atas menimbulkan satu pertanyaan ironik yang besar. Bisa
jadi kitalah yang membuat anak-anak itu betah berada di jalan. Dengan
mengamen, mengemis, menyapukan kemoceng di atas dashboard mobil, atau
menyodorkan amplop sumbangan - satu anak jalanan usia SD bisa memiliki
penghasilan yang beda tipis dengan lulusan diploma. Begitu mudah bagi
mereka. Tanpa perlu capek-capek sekolah, susah-susah melamar kerja, toh
hasilnya hampir sama.

Jajan, main dingdong dan setoran
Tanpa
maksud menggurui, Sahabat Anak sepakat dengan salah satu program
UNICEF, yakni berhenti memberi uang kepada anak-anak jalanan. Dari
sekian penelitian yang dilakukan sejumlah LSM, uang yang diperoleh
anak-anak marjinal ini, sebagian besar tidak mendukung peningkatan
kesejahteraan mereka.

Jajan, ada di peringkat pertama; main
dingdong atau permainan elektronik lainnya, menjadi pilihan kedua;
terakhir, setoran ke orang tua atau inang/senior sebagai pelindung
mereka di jalanan. Jadi, bocah-bocah berpenampilan kumuh ini pun tetap
miskin, tetap terancam putus sekolah dan tetap berkeliaran di jalan.

Siapkan biskuit, permen, susu kotak
Setelah
memahami penjelasan di atas, keputusan dikembalikan kepada anda semua.
Mari, menjadi sahabat anak yang tidak memanjakan, tapi melakukan
tindakan serta bantuan yang langsung bisa mereka nikmati. Sebagai
pengganti uang receh, berikan mereka nutrisi bergizi atau barang layak
pakai.

Mulai sekarang, sediakan dalam tas atau mobil Anda:

  • Biskuit, permen, buah, susu kotak/botol, atau
  • Barang-barang bermanfaat lainnya - yang langsung bisa diberikan saat tangan-tangan kecil itu menengadah di dekat anda.

Menjadi seorang SAHABAT yang menaruh kasih setiap waktu…


Menu Anglo

July 15th, 2006 by sarikoeswoyo

Pics…

Paket Nasi Timbel Komplit :

* Minimum 300 porsi
Rp. 60.000-,
  • Nasi Timbel Rp. 3.000-,
  • Bakwan Jagung Rp. 6.000-,
  • Sate Udang Goreng Rp. 7.500-,
  • Gorengan Jerohan Rp. 5.000-,
  • Empal Daging        Rp. 7.500-,
  • Ikan Mas Goreng Bumbu Dendeng    Rp. 5.000-,
  • Pepes Teri /
  • Pepes Oncom /
  • Pepes Tahu                 Rp. 5.000-,
  • Ayam Goreng /
  • Ayam Panggang Ro. 7.500-,
  • Lalaban + Sambel Rp. 5.000-,
  • Peda Santen Rp. 5000-,
  • Karedok        Rp. 5000-,
  • Singkong Santen Rp. 4.000-,
Paket Aneka Nasi Pepes :
* Minimum 300 porsi
Rp. 35.000-,
  • Nasi Pepes Peda /          Rp.12.500-,
  • Nasi Pepes Jambal Pete/ Rp.14.500-,
  • Nasi Pepes Telor Asin /   Rp.14.500-,
  • Nasi Pepes Cumi /          Rp.14.500-,
  • Nasi Pepes Udang /        Rp.14.500-,
  • Nasi Pepes Ayam          Rp.14.500-,
  • Aneka Bubur (Bubur Kacang Hijau, Bubur Ketan Hitam dan Bubur Sumsum)                       Rp.75.000-,
  • Aneka Gorengan (Tempe Tepung, Tahu Isi dan Bakwan Sayur) Rp.  7.500-,
  • Jajan Pasar (tampahan)  Rp.50.000-,
  • Singkong Santen Rp  4.000-,
  • Es Doger         Rp. 5.500-,
Aneka Menu Gubukan :
* Minimal 300 porsi
  • Leupeut Oncom         Rp10.000-,
  • Kupat Tahu Rp12.500-,
  • Nasi Kebuli Rp15.000-,
  • Nasi Rawon Rp15.000-,
  • Nasi Tim Ayam Spesial Rp15.000-,
  • Nasi Jambal Bungkus Rp14.500-,
  • Siomay komplit Rp12.500-,
  • Aneka Gorengan Rp10.000-,
  • Soto Bandung        Rp10.000-,
  • Soto Sulung Rp10.000-,
  • Poffertjes Rp10.000-,
  • Crepes Suzet        Rp12.500-,
  • Spagetti        Rp15.000-,
  • Macaroni Gratine Rp12.500-,
  • Pastel Tutup Rp15.000-,
  • Es Doger        Rp  5.500-,
  • Es Merah delima Thai Rp  5.500-,
  • Asinan Jakarta Rp10.000-,
  • Selada Bangkok Rp10.000-,
  • Fruits Salad Rp10.000-,
  • Tahu Schotel Rp10.000-,
  • Tempe Mendoan Rp  7.500-,
  • Huzaren Slaa        Rp10.000-,
  • Aneka Soup Rp10.000-,
  • Lagsana        Rp15000-,
Aneka Snacks/Kue Kecil
Rp.3.500/bh
Manis :
  • Bika Ambon
  • Putu Ayu
  • Kue Pepe
  • Bolu Tape
  • Pisang Garing
  • Bolu Kukus
  • Kue Mangkok
  • Dadar Gulung Manis
  • Lapis Surabaya
  • Bolu Roll
Asin :
  • Arem-arem ayam
  • Kroket Spesial
  • Risoles
  • Semar Mendem
  • Sosis Solo
  • Patel Isi
  • Lemper Bakar
  • Tahu Spesial
  • Soes Ragout
  • Roti goreng

Aneka Cakes/Snacks Istimewa :
  • Carrots Cake Rp. 6.500-,
  • Banana Cake        Rp. 6.500-,
  • Macaroni Cup        Rp. 8.500-,
  • Black Forrest        Rp. 8.500-,
  • Croissant Keju Rp. 8.500-,
  • Roti Goreng Mayonaise Rp. 8.500-,
  • Bacang Ketan istimewa Rp  8.500-,
  • Bacang Nasi Istimewa Rp  8.500-,

Aneka Pudding :
  • Pudding Coklat saus Vanila
  • Pudding Coklat saus Coklat
  • Pudding Butter & Fruits
  • Pudding Leci
  • Pudding Coklat Musse

Aneka Buah Potong :

Sesuai dengan permintaan dan musim


Aneka Soup/Soto :

Rp 10.000-,

  • Soup Krim Jamur
  • Soup Krim jagung
  • Soup krim Erten
  • Souo kimlo
  • Soup Tek Wan
  • Soup Baso Tahu
  • Soto Bandung
  • Soto Sulung

* Pesanan di bawah 300 bisa dengan perhitungan dan service charge apa bila menggunakan jasa pelayanan.



Mencintai Apa Adanya

July 15th, 2006 by sarikoeswoyo

Suami
saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan
Saya menyukai perasaan hangat yang muncul dihati saya ketika saya
bersandar di bahunya yang bidang.

Tiga
tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan, saya
harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-2 saya mencintainya
dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.

Saya seorang wanita yang sentimentil dan   benar-2 sensitif serta berperasaan halus.

Saya
merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan
permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh
berbeda dari yang saya harapkan.

Rasa sensitif-nya kurang. Dan ketidakmampuannya dalam menciptakan   suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan   saya akan cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk   mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.

"Mengapa?", dia bertanya dengan   terkejut. "Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya   inginkan"

Dia
terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak
seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.

Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang   pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa  saya harapkan darinya? Dan akhirnya dia bertanya,

"Apa yang dapat saya lakukan untuk   merubah pikiranmu?".
Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan, "Saya punya
pertanyaan, jika kau dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya,
saya akan merubah pikiran saya:

Seandainya,
saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita
berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu
akan melakukannya untuk saya?" Dia termenung dan akhirnya berkata,
"Saya akan memberikan jawabannya besok."

Hati
saya langsung gundah mendengar responnya. Keesokan paginya, dia tidak
ada di rumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan oret-2an
tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang
bertuliskan….
"Sayang, saya tidak akan mengambil   bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya."

Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya. Saya melanjutkan untuk   membacanya.
"Kamu
bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan
akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-2 saya
supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya."

"Kamu
selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya
harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan
pintu untukmu ketika pulang.".

"Kamu
suka jalan-2 ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru
yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan
mata saya untuk mengarahkanmu."

"Kamu
selalu pegal-2 pada waktu ‘teman baikmu’ datang setiap bulannya, dan
saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal."

"Kamu
senang diam di rumah, dan saya selalu kuatir kamu akan menjadi ‘aneh’.
Dan harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau
meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami."

"Kamu
selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk
kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua
nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti
ubanmu."

"Tanganku
akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati
matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-2 bunga yang
bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu".

"Tetapi
sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, saya
tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku."

"Sayangku,
saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya
mencintaimu." "Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan
tanganku,
kakiku, mataku, tidak cukup bagimu.Aku tidak bisa   menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat   membahagiakanmu."

Air
mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur,
tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya. "Dan sekarang, sayangku,
kamu telah selasai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua
jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini,
tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana
menunggu jawabanmu."

"Jika
kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan
barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu.Percayalah,
bahagiaku bila kau bahagia.".

Saya
segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu
dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti
kesukaanku.

Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang   pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku.

Itulah
cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari
hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam
wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam
wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Seringkali yang kita butuhkan adalah   memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud   tertentu.


* Blessed who ever wrote this….



Children

July 15th, 2006 by sarikoeswoyo

And a woman who held a babe against her bosom said, "Speak to us of Children."

And he said:

Your children are not your children.
They are the sons and daughters of Life’s longing for itself.
They come through you but not from you,
And though they are with you, yet they belong not to you.
You may give them your love but not your thoughts.
For they have their own thoughts.
You may house their bodies but not their souls,
For their souls dwell in the house of tomorrow, which you cannot visit, not even in your dreams.
You may strive to be like them, but seek not to make them like you.
For life goes not backward nor tarries with yesterday.
You are the bows from which your children as living arrows are sent forth.

The archer sees the mark upon the path of the infinite, and He bends you with His might that His arrows may go swift and far.

Let your bending in the archer’s hand be for gladness;

For even as He loves the arrow that flies, so He loves also…

Gibran - the prophet



Thank you for being a part of my life, whether you were a reason, a season or a lifetime.

July 15th, 2006 by sarikoeswoyo
-
The best way to spell love is T-I-M-E because the essence of love is
not what we think or do or provide for others, but how much we give of
ourselves

PEOPLE COME INTO YOUR LIFE FOR A REASON
I am posting this to you to see how many actually read their e-mail.
Your response will be interesting.

Pay attention to what you read.

After you have finished reading it,  you will know the reason it was sent to you.

Here goes:

People come into your life for a reason, a season or a lifetime.
When you know which one it is, you will know what to do for that person.

When someone is in your life for a REASON, it is usually to meet a need you have expressed.
They
have come to assist you through a difficulty, to provide you with
guidance and support, to aid you physically, emotionally or
spiritually.

They may seem like a godsend and they are.
They are there for the reason you need them to be.
Then,
without any wrongdoing on your part or at an inconvenient time, this
person will say or do something to bring the relationship to an end.

Sometimes they die. Sometimes they walk away.
Sometimes they act up and force you to take a stand.
What we must realize is that our need has been met, our desire fulfilled, their work is done.

The prayer you sent up has been answered and now it is time to move on.

Some people come into your life for a SEASON, because your turn has come to share, grow or learn.

They bring you an experience of peace or make you laugh.
They may teach you something you have never done.
They usually give you an unbelievable amount of joy.
Believe it, it is real.

But only for a season.!
LIFETIME relationships teach you lifetime lessons, things you must build upon in order to have a solid emotional foundation.
Your
job is to accept the lesson, love the person and put what you have
learned to use in all other relationships and areas of your life.

It is said that love is blind but friendship is clairvoyant .

Thank you for being a part of my life, whether you were a reason, a season or a lifetime.

*thanks to den darto




Sayang

July 15th, 2006 by sarikoeswoyo


Mengapa Kau Sendiri
Mendekatlah Padaku Sayang
Tak Usah Kau Lamunkan
Kejadian Yang Telah Silam

Tersenyumlah Sejenak
Agar Dunia Terang Cerah
Suasanapun ‘Kan Berganti
Seindah Parasmu

Mungkin Tak Kau Sadari
Betapa Aku Mengagumi
Kelembutan Hatimu
Dan Pribadi Yang Sederhana

Tersenyumlah Sejenak
Agar Dunia Terang Cerah
Ciptakanlah Suasana… Di Antara Kita

Agar Malam Ini… Dapat Kau Nikmati
Mendekatlah Sayang… Biar Ku Ulangi

" Bukan Aku Tak Tau
Hanya Satu Pertanyaanku
Andaikan Kau Kut’rima
Apa Yang Harus Kulakukan… "

Pejamkanlah Matamu
Biar Kukecup Bibirmu
Malam Ini Kau Dan Aku
Melayang Jauh

Eros
Chrisye
Yockie S.
* masih ada yang nyimpen kaset ini? mau dong di copy in…